Kodim 0722/Kudus memberikan kesempatan ruang untuk berdialog dalam menyikapi serta mengantisipasi segala permasalahan yang mungkin timbul di wilayah Kudus. Komunikasi tersebut bisa dengan tokoh agama, tokoh masyarakat maupun instansi terkait untuk berdialog dalam mengatasi dan mengantisipasi segala permasalahan yang mungkin timbul.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma melalui Kepala Staf Kodim 0722/Kudus Mayor Inf Sagimin yang mewakili Komandan Kodim pada saat membuka acara Pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial Semester II TA 2016, di Aula Makodim 0722/Kudus, Rabu (24/8).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kakesbangpol Kab Kudus Djati Sholechah SSos MM, Ketua FKUB Kab Kudus Dr Ikhsan, Ketua Pepabri, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat, Perwakilan PPM, Perwakilan FKPPI serta para Perwira Staf, Danramil dan Babinsa beserta mitra karib Kodim 0722/Kudus.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasdim, Komandan Kodim 0722/Kudus mengatakan penyelenggaraan kegiatan pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial ini sebagai wujud pembinaan mitra karib dalam rangka mencapai keberhasilan tugas pokok TNI AD guna melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial yang merupakan fungsi utama. Pembinaan teritorial dalam aplikasinya di antaranya dilaksanakan dengan merekrut mitra karib terpilih sebagai perpanjangan tangan aparat komando kewilayahan dalam upaya mendapatkan berbagai informasi di wilayahnya.

Sementara itu Kakesbangpol Kab Kudus Djati Sholechah, S.Sos, MM dalam penyampaiannya mengatakan dalam rangka menjaga kondusifitas wilayah yang ada di Kabupaten Kudus kita sudah bekerja sama dengan berbagai instansi dan terkomunitas dalam satu wadah intelijen FKUB, forum kewaspadaan dini baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten ini tugasnya mencari informasi cegah dini lapor cepat temu cepat sehingga Kabupaten Kudus aman.

Senada dengan hal tersebut Ketua FKUB Kab Kudus Dr. Ihsan menyampaikan bahwa FKUB salah satu forum di mana kegiatannya untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama agar bisa rukun dan damai dengan baik sehingga timbul saling pengertian dan saling menghormati terhadap setiap umat beragama.

"Kerukunan umat beragama yaitu mengerti saling menghargai tepo seliro terhadap agama baik Islam, Nasrani, Hindhu, Budha dan yang lainnya yang ada di masyarakat. Kerukunan umat beragama dengan tetap saling menghargai dengan ajaran agama yang lain di mana setiap agama tentunya mempunyai ajaran yang berbeda-beda," kata Dr Ihsan.